INOVASI UMKM BATU BATA BERBASIS KOLABORASI LOKAL UNTUK KONTRIBUSI GLOBAL YANG BERKELANJUTAN
Abstract
Abstract
This study aims to examine innovations implemented by brick-making MSMEs through local collaboration to realize sustainable global contributions. The research focuses on brick business development efforts in Bunut Barat Village, Asahan Regency, examining how synergy between entrepreneurs, the community, and the government can increase the competitiveness of local products on a broader scale. The research method used a qualitative approach with case study techniques, through in-depth interviews, field observations, and documentation. Data were collected from brick-making entrepreneurs, workers, and the village government. The results indicate that innovations in production processes, raw material management, and local partnership patterns can increase efficiency and strengthen the community's economic chain. Collaboration between entrepreneurs also encourages the emergence of environmentally friendly production practices and the use of simple, more efficient technologies. Furthermore, government support through training and access to capital is a crucial factor in maintaining business sustainability. Overall, this local collaboration-based innovation not only improves the welfare of the surrounding community but also opens up opportunities for brick-making MSMEs to contribute to the broader global development supply chain.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi yang dilakukan oleh pelaku UMKM batu bata melalui kolaborasi lokal dalam mewujudkan kontribusi global yang berkelanjutan. Penelitian difokuskan pada upaya pengembangan usaha batu bata di Kelurahan Bunut Barat, Kabupaten Asahan, dengan melihat bagaimana sinergi antara pengusaha, masyarakat, dan pemerintah dapat meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat yang lebih luas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari pengusaha batu bata, pekerja, serta pihak pemerintah kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dalam proses produksi, pengelolaan bahan baku, dan pola kemitraan lokal mampu meningkatkan efisiensi serta memperkuat rantai ekonomi masyarakat. Kolaborasi antarpelaku usaha juga mendorong munculnya praktik produksi ramah lingkungan dan penggunaan teknologi sederhana yang lebih efisien. Di sisi lain, dukungan pemerintah melalui pelatihan dan akses permodalan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. Secara keseluruhan, inovasi berbasis kolaborasi lokal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM batu bata untuk berkontribusi dalam rantai pasok pembangunan yang lebih luas secara global.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Fitria, Y., Yunika, M., Rahman, I., Darmawan Aziz, F., & Noviarita, H. (2023). Analisis Pengaruh Pengembangan Umkm Dalam Mengetaskan Kemiskinan. Business and Enterpreneurship Journal (BEJ), 4(2), 7–13. https://doi.org/10.57084/bej.v4i2.1152
Hamid, R. S., & Ikbal, M. (2017). Pemberdayaan Pemuda Melalui Program Remaja Pintar Berbasis Ekonomi Kreatif Desa Lera Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 1(1), 39–45. https://doi.org/10.35906/jipm01.v1i1.250
Muhammad Fakhrur Rodzi. (2023). Pembangunan Infrastruktur Dan Pemerataan Ekonomi Di Indonesia. Jurnal Masyarakat Dan Desa, 3(2), 151–163. https://doi.org/10.47431/jmd.v3i2.353
Waruwu, S. E., & Mesra, R. (2024). Budaya Masyarakat Sebagai Faktor Pendorong dalam Kesuksesan Usaha Pembuatan Batu Bata di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 1, 1–11. https://naluriedukasi.com/index.php/jpipsjelas/article/view/55
DOI: https://doi.org/10.61715/jmeb.v5i2.144
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

